Monday, December 27, 2010

nabi Nuh

Anak cucu kaum Nabi Nuh AS , mulai ingkar, mereka menyembah berhala. Allah SWT mengutus Nabi Hud AS, tapi mereka tetap ingkar. Akhirnya mereka dibinasakan.

Sebagian Kaum Nabi Nuh yang beriman berhasil selamat. Mereka mendarat dengan mulus setelah berlayar mengarungi samudra akibat banjir bandang. Mereka yang kemudian disebut Kau “Ad” menetap di desa Al-Ahqaf, dan kembali hidup dengan tenteram.

Nabi Hud AS adalah keturunan Sam bin Nuh AS (cucu nabi Nuh) ia di utus kepada kaumnya yang bernama kaum “Ad”, suatu kaum yang bertempat tinggal di sebelah utara Hadramaut negeri Yaman. Kaum Ad adalah kaum yang sangat mahir membikin benteng yang kokoh dan kuat, tetapi sayang, mereka menyembah berhala.

Untuk beberapa zaman sesudah itu, ajaran Tauhid Nabi Nuh dapat tetap tegak. Namun, setelah generasi demi generasi berganti, mereka mulai melupakannya. Mereka bahkan membuat patung dari nenek moyang – yang selamat dari banjir bandang – untuk dipuja dan disembah. Penghormatan terhadap nenek moyang seperti itu berkembang terus dari generasi ke generasi.

Sampai akhirnya penghormatan itu berubah menjadi penghambaan dan syirik. Mereka menyembah patung nenek moyang dan mulai melupakan Allah SWT. Mereka menjadi musyrik dan kafir kembali. Mereka juga mengklaim sebagai kaum yang terkuat sehingga sombong. Kata mereka, “Siapakah yang lebih kuat dari kami?” (QS Fushshilat: 15).

Di tengah kaum Ad yang mulai kufur dan musyrik itulah, Allah SWT mengutus Nabi Hud, seperti Nabi-nabi lain juga berseru, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, yang tiada tuhan lain bagi kalian selain Dia.” (QS Hud: 50). Tapi kaum Ad bukannya menurut, mereka malah marah, sebab mereka merasa lebih terhormat dari Nabi Hud.

Dengan sombong mereka bilang, “Apakah engkau ingin menjadi pemimpin bagi kami dengan dakwahmu itu? Imbalan apa yang engkau inginkan? Mereka menantang, dan memang bersedia memberi apa saja yang diminta asal Nabi Hud menghentikan dakwahnya.

Nabi Hud tidak mengharapkan imbalan apa-apa selain agar kaum Ad mau berpikir jernih, menerangi pemikiran dengan cahaya kebenaran. Nabi Hud hanya ingin mereka bersyukur akan nikmat Allah: bagaimana Allah menjadikan mereka sebagai khalifah setelah Nabi Nuh; memberi mereka kekuatan fisik, banyak kenikmatan yang melimpah, dan memakmurkan bumi.

Bukannya sadar, mereka bahkan semakin ingkar. Kata mereka, “bagaimana engkau bisa menyalahkan tuhan-tuhan kami sedangkan kami mendapati nenek moyang kami juga menyembah mereka?” maka jawab Nabi Hud, “Sesungguhnya nenek moyanag kalian telah berbuat salah!” tentu saja kaum Ad semakin marah. Maka mereka pun mengejek Nabi Hud, “Wahai Hud, apakah engkau akan mengatakan bahwa setelah kami mati dan jadi tanah akan hidup kembali?”

“Kalian akan kembali hidup pada hari kiamat, dan Allah SWT akan bertanya tentang apa yang kalian lakukan selama kalian hidup di bumi!” tapi mereka malah tertawa. “Alangkah aneh pandanganmu itu!” seru mereka. “Mana mungkin orang yang sudah mati bisa hidup kembali!” teriak mereka.

SIKSA PEDIH
Tidak berhenti sampai disitu, mereka bahkan terus mengejek. “Apa itu hari kiamat?” bagaimana mungkin ada hari dimana manusia yang sudah mati bisa dihidupkan kembali?” kata mereka serempak

Nabi Hud menjelaskan, kepercayaan akan datangnya hari kiamat sangat penting. Sebab, di hari kiamatlah kelak keadilan akan di tegakkan. Orang yang berbuat kebajikan akan mendapat pahala dan surga, sementara yang ingkar akan mendapat siksa yang amat pedih, masuk kedalam neraka. Meski sudah berkali-kali di ingatkan, kaum Ad malah berani berkata, “Jauh sekali dari kebenaran apa yang kamu ancamkan kepada kami. Kehidupan ini tak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan hidup dan sekali lagi tak akan di bangkitkan lagi.” (QS Al-Mukminun: 36-37).

Singkat cerita, tantangan terhadap dakwah Nabi Hud semakin keras terutama dari para Ruasa, alias para pembesar kaum Ad, atau mereka yang berstatus bangsawan yang kaya raya yang disebuat kaum Ma’la dengan sangat sombong, mereka bilang, “Bagaimana kita mau mengikuti manusia biasa yang makan dan minum dari piring dan gelas yang terbuat dari emas dan perak? Bukankah aneh kalau Allah memilih manusia biasa menerima wahyu?”

“Apa anehnya? Justru karena mengasihi kalian, Allah SWT mengutus aku kepada kalian. Jangan lupa, sesungguhnya kisah Nabi Nuh masih segar dalam ingatan kita. Orang-orang yang mengingkari Allah SWT telah dan pasti hancur, sekuat apapun mereka!” jawab Nabi Hud.

“Siapa yang dapat menghancurkan kami?” teriak para Ruasa’. “Allah SWT, jawab Nabi Hud tak kalah lantang.

“Tuhan-tuhan kami akan menyelamtkan kami!”
“Tuhan yang kalian sembah tidak akan mungkin dapat menolong, sebaliknya justru akan semakin menjauhkan kalian dari Allah SWT.”

“Kamu sudah gila, wahai Hud! Kami memahami rahasia kegilaanmu. Kamu menghina tuhan kami, dan tuhan kami akan marah kepadamu, karena itu kamu jadi gila!” teriak pemimpin kaum Ad itu. “Hai Hud kenapa tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan tuhan kami karena argumentasimu.” (QS Hud: 53).

Misteri Solat Subuh

Sedarkah anda betapa pentingnya Solat Subuh berjemaah di dalam membina peribadi kehidupan masyarakat mukmin. Tonggak kekuatan ummah itu sendiri bermula dari Solat Subuh berjemaah. Sekiranya kita mengetahui betapa besarnya nilai solat ini kemudian kita saksikan ada orang yang meninggalkan solat subuh berjemaah di masjid maka kita akan mengetahui betapa besar musibah yang telah menimpa mereka.

Sabda Rasulullah SAW ” sesungguhnya dua solat iaitu isyak dan subuh adalah solat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya apabila mereka mengetahui apa yana ada dalam solat subuh dan isyak maka mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” HR Ahmad dan An-Nasa’i

Ganjaran pahala solat Subuh mengatasi keindahan dunia sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesiapa yang menunaikan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah SWT. Kerana itu, janganlah kamu mencari jaminan Allah SWT dengan sesuatu (selain daripada solat), yang pada waktu kamu mendapatkannya, lebih-lebih lagi ditakuti kamu tergelincir ke dalam api neraka.” (Hadis riwayat Muslim).

Rasulullah SAW mengetahui waktu Subuh adalah waktu yang sangat sulit dan payah untuk bangun dari tidur. Seorang Muslim bila dibiarkan begitu saja (tertidur), akan memilih untuk merehatkan dirinya sampai terjaga hingga terbit matahari dan meninggalkan solat Subuh, atau ‘Subuh gajah’, iaitu dikerjakan solat Subuh tidak pada waktunya yang betul. Sesungguhnya ini adalah ujian yang sukar, namun bukan sesuatu yang mustahil. Nilai tertinggi dalam ujian ini iaitu bagi seorang lelaki adalah solat subuh secara rutin berjemaah.

Keutamaan solat Subuh diberikan ganjaran pahala melebihi keindahan dunia dan seisinya, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam at-Termizi: “Dari Aisyah telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakaat solat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.” Begitulah keistimewaan solat Subuh. Apakah yang menghalang kita untuk menyingkap selimut dan mengakhiri tidur untuk melakukan solat Subuh? Bukankah solat Subuh menjadi bahagian yang begitu besar kemuliaannya dibandingkan dunia dan seisinya?

Diriwayatkan Muslim daripada Usman bin Affan berkata, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Barang siapa yang solat Isyak berjemaah maka seolah-olah dia telah solat setengah malam, barang siapa solat Subuh berjemaah, maka seolah-olah dia telah melaksanakan solat malam satu malam penuh.” (Hadis riwayat Muslim).

Solat Subuh adalah sumber daripada segala cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung, ibadat yang akan menerangi pelakunya. Diriwayatkan daripada Abu Musa al-Asyaari, dia berkata Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Barang siapa yang solat dua waktu yang dingin, maka akan masuk syurga.” (Hadis riwayat Bukhari)

Dua waktu yang dingin itu adalah solat Subuh dan Asar. Mereka yang menjaga solat Subuh dan Asar dijanjikan kelak di syurga akan melihat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Baginda berkata, “Sungguh kamu akan melihat Rabb (Allah), sebagaimana kamu melihat bulan yang tidak terhalang dalam memandangnya. Apabila kamu mampu, janganlah kamu menyerah dalam melakukan solat sebelum terbit matahari dan solat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW memberi janji, apabila solat Subuh dikerjakan, maka Allah akan melindungi siapa saja yang mengerjakannya seharian penuh. Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Barang siapa yang menunaikan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.

Sabda Rasulullah SAW bermaksud : ” Kalau sekiranya manusia itu tahu apa yang tersembunyi dalam azan dan saf pertama dan mereka tidak mendapatnya kecuali di undi, nescaya mereka akan ikut serta dalam undian (orang ramai yang ingin mendapatkan saf pertama). Dan jika mereka mengetahui apa yang didapati dalam awal datang (solat jemaah), nescaya mereka akan berlumba-lumba. Dan jika mereka tahu apa yang tersimpan di dalam solat Subuh dan Isyak maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. HR Al-Bukhari”. Perhatikan lagi Hadith Rasulullah SAW bermaksud : “ Allah akan turun ke langit bumi pada setiap malam, ketika sepertiga malam yang terakhir. Dia berkata ’ mana hambaku yang berdoa untuk Aku kabulkan do’anya? Mana hambaKu yang meminta kepadaKu untuk Aku penuhi (permintaannya)? Mana hambaKu yang beristighfar untuk Aku ampuni (dosanya)?”

Renungkanlah apa lagi yang lebih kita inginkan dari semua itu?.. Jadi apa yang menghalang kita dari menunaikan solat subuh?..Bukankah ia adalah suatu bahagian yang begitu besar berbanding dunia dan seisinya…Janganlah kita tertipu oleh dunia..

falls-illumination-niagara_36391Solat subuh merupakan lambang disiplin diri dan kekuatan ummah. Itulah kayu pengukur nilai sesuatu umat. Umat yang lalai dari Subuh berjemaah adalah umat yang tidak berhak mendapat kejayaan akan tetapi berhak untuk diganti dengan yang lain. Sehinggakan pernah salah seorang penguasa Yahudi menyatakan mereka tidak gentar dengan orang Islam kecuali apabila jumlah jemaah solat subuh seramai jumlah jemaah solat Jumaat.

Tanpa solat subuh umat Islam tiada lagi berwibawa. Tidak selayaknya umat ini mengharapkan kemuliaan, kehormatan dan kejayaan jika mereka tidak memperhatikan solat ini.

Lihatlah Firman Allah dari ayat 78 Surah Al-Israa’ yang bermaksud : ” Dirikanlah olehmu sembahyang ketika gelincir matahari hingga waktu gelap malam dan dirikanlah sembahyang subuh sesungguhnya sembahyang subuh itu adalah disaksikan (keistimewaanya)”.

Antara kita ramai yang menyedari hakikat begitu ramai jemaah yang memenuhi saf di bulan Ramadhan. Di malam-malam itulah mereka berlumba-lumba memenuhi saf bagi menunaikan solat sunat Terawih. Mengapa tidak pula mereka berlumba-lumba menunaikan solat wajib berjemaah?..Bukankah Islam itu adalah agama yang disusun rapi dan jelas. Pun begitu, kemana menghilangnya mereka setelah Ramadhan berlalu pergi?..Mengapa dengan tiba-tiba mereka meninggalkan solat berjemaah dimasjid termasuk solat subuh berjemaah. Bukankah ini merupakan isyarat hilangnya pemahaman agama dalam diri mereka atau keterbiasaan menjadikan mereka sukar untuk melaksanakan amalan yang tinggi nilainya..

Detik2 Cemas Masyar

Kedasyatan Yang Ditempuhi Manusia Di tempat Penantian

Nebula1Gunung-ganang menjadi seperti bulu yang berhamburan. Malaikat-malaikat turun dari penjuru-penjuru langit ke bumi tempat mereka menanti sambil mempersucikan Tuhan mereka. Bayangkan bagaimana keadaan mereka turun dari langit dengan tubuh yang besar-besar serta membawa ancaman bahaya kepada makhluk yang menunggu. Suara mereka yang gegak gempita serta angkatan yang luar biasa hebat dan ramainya.

Bayangkanlah bagaimana terkejutnya anda pada saat itu, bagaimana terperanjatnya semua makhluk melihat malaikat-malaikat itu turun. Sudah tentulah makhluk sangat kuatir bahawa malaikat itu diperintahkan untuk mengambil mereka. Lalu mereka turun membuat barisan sambil menundukkan kepala demi menunjukkan betapa besarnya kedasyatan pada hari itu. Mereka pun menutup sayap mereka dan menundukkan kepala untuk menunjukkan ketundukan kepada Tuhan mereka.

Begitulah jua yang dilakukan oleh semua malaimataharikat di langit yang lain sehingga ke langit yang ke tujuh.  Bilangan penduduk langit (malaikat) yang di atas adalah melebihi bilangan malaikat di langit yang di bawah.Begitu juga dengan tubuh badan mereka yang lebih besar dari tubuh badan malaikat yang di bawahnya. Suara malaikat yang berada di langit lebih atas lebih tinggi nadanya dari suara malaikat di langit yang di bawah. Setelah tempat penantian itu dipenuhi dengan seluruh penduduk tujuh petala langit dan tujuh petala bumi, lalu haba panas matahari dipasang sama kepanasannya dengan kepanasan selama dua puluh tahun. Kemudian matahari dihampirkan kepada semua makhluk sejauh dua busur panah. Pada hari itu tidak ada tempat untuk berteduh melainkan teduhan Arash Allah.

Sebahagian petikan Detik-Detik Cemas Di Padang Mahsyar Susunan Oleh Muhammad Ramzi Omar

Tanda2 Kiamat kecil

Penaklukan Baitulmuqaddis
“ Dari Auf b. Malik r.a., katanya, "Rasulullah s. a. w. telah bersabda:"Aku menghitung enam perkara menjelang hari kiamat." Baginda menyebutkan salah satu di antaranya, iaitu penaklukan Baitulmuqaddis." - Sahih Bukhari[1]

Zina bermaharajalela[perlu rujukan]
“ "Dan tinggallah manusia-manusia yang buruk, yang seenaknya melakukan persetubuhan seperti himar (keldai). Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." - Sahih Muslim ”

Pemimpin yang terdiri dari orang yang jahil dan fasik[perlu rujukan]
Bermaharajalela alat muzik[perlu rujukan]
“ Pada akhir zaman akan terjadi tanah runtuh, rusuhan dan perubahan muka."Ada yang bertanya kepada Rasulullah; "Wahai Rasulullah bila hal ini terjadi?" Baginda menjawab; "Apabila telah bermaharajalela bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi-penyanyi wanita" - Ibnu Majah ”

Menghias masjid dan membanggakannya[perlu rujukan]
“ Di antara tanda-tanda telah dekatnya kiamat ialah manusia bermegah-megahan dalam mendirikan masjid" - Riwayat Nasai. ”

Munculnya kekejian, memutuskan kerabat dan hubungan dengan tetangga tidak baik[perlu rujukan]
“ Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga." - Riwayat Ahmad dan Hakim ”

Ramai orang menuntut ilmu kerana pangkat dan kedudukan[perlu rujukan]
Ramai orang soleh meninggal dunia[perlu rujukan]
“ Tidak akan datang hari kiamat sehingga Allah mengambil orang-orang yang baik dan ahli agama dimuka bumi, maka tiada yang tinggal padanya kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran -Riwayat Ahmad

Orang hina mendapat kedudukan terhormat[perlu rujukan]
“ Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat ialah dunia akan dikuasai oleh Luka' bin Luka'(orang yang bodoh dan hina). Maka orang yang paling baik ketika itu ialah orang yang beriman yang diapit oleh dua orang mulia" - Riwayat Thabrani ”

Mengucapkan salam kepada orang yang dikenalnya sahaja[perlu rujukan]
“ "Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mahu mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja." - Riwayat Ahmad ”

Banyak wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang [perlu rujukan]
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.
"Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaannya seperti telanjang." ”

Bulan sabit kelihatan besar[perlu rujukan]
“ Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah menggelembung (membesarnya) bulan sabit." - Riwayat Thabrani ”

Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita
“ Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu" - Sahih Muslim ”

Banyak saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar
“ Sesungguhnya sebelum datangnya hari kiamat akan banyak kesaksian palsu dan disembunyikan kesaksian yang benar" - Riwayat Ahmad ”

Negara Arab menjadi padang rumput dan sungai
“ Tidak akan datang hari kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai." - Sahih Muslim ”

Banyaknya sifat bohong dan ia menjadi perkata biasa[perlu rujukan]
Jarak-jarak antara pasar menjadi dekat (menunjukkan banyaknya kegiatan perdagangan)[perlu rujukan]
“ Banyaknya sifat bohong, pendeknya waktu, dekatnya jarak-jarak antara pasar-pasar." - Riwayat Bukhari ”

Manusia mewarnai rambut di kepalanya dengan warna hitam supaya kelihatan muda[perlu rujukan]
“ Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang mencelupi rambut mereka dengan warna hitam seperti 'bulu merpati' yang mereka itu tidak akan mencium bau syurga." - Sahih Abu Daud & Nasai

Sifat2 Dajjal

Dia (Dajal) adalah seorang pemuda yang rambutnya keriting, matanya menyembul keluar, menurut Rasulullah s.a.w. seperti Abdul Uzza bin Qathan. "Hendaknya diantara kamu bertemu dengannya,hendaklah membaca permulaan surat Al-Kahfi"(Sabda Rasulullah s.a.w). Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya.
Dia akan fizikalnya berbentuk cacat, dan akan buta pada mata kirinya. Mata kanannya akan berkini tetapi ia akan jadi gelap (hitam). Dalam sebilangan hadith dia dirujuk sebagai satu-mata. Dia akan menunggang keldai putih dimana setiap langkah akan dibentang sebatu, akan makan api dan menghembus asap, terbang atas tanah dan menyeberang laut.
Dia akan menipu para imam, mengajar mereka bahawa Syurga ialah Neraka dan sebaliknya.
Huruf Arab kaf-fa-ra (kafara, bermaksud "kafir") akan muncul pada dahinya dan akan dibaca oleh Muslim sebenar samada mereka boleh baca ataupun tidak.
Dia boleh melihat dan mendengar pelbagai benda di banyak tempat pada masa yang sama.
Dia mempunyai kuasa untuk mengelirukan manusia.
Dia akan cuba meletakkan manusia pada takhta Tuhan.
Suatu hari pada musim kemarau, dia bakal menanya; adakah kau mahu api atau air? Jika anda memilih air itu bermakna yang anda minta adalah api, manakala jika anda minta api yang diberikan ialah air.
Dia akan mendakwa diri sebagai Tuhan dan akan menipu manusia dalam berfikir yakni dia telah bangun dari kematian. Salah satu orang khusus akan dia bunuh dan kemudian dia akan kini menghidupkan dia, sesudah itu Allah akan menghidupkan dia. Dia takkan mempunyai kuasa ini lagi. Pada sumber lain (menurut kepada siri Akhirat oleh Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mendakwa Dajal adalah Dajal. Dajal kemudian akan menyoalnya: "Adakah anda akan percayakan saya (yakni sayalah tuhan) jika saya bunuh anda dan kemudian menghidupkan anda?". Dajal akan melakukan sedemikian dan selepas penghidupannya lelaki beriman akan berkata bahawa dia semakin tidak percayakan kepada ketuhanan Dajal.
Sesiapa yang menolak dan enggan percaya dengannya akan menderita kemarau dan kebuluran manakala sesiapa yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
Sesetengah tradisi Islam mengaitkan yakni dia akan muncul pada Isfahan, dan dia akan membawa Yahudi Isfahan dan ramai bekas Muslim dan bekas Kristian menyokongnya.
Dia tidak berupaya memasuki Makkah atau Madinah.
Imam Mahdi akan menentangnya dengan nama Islam.
Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa a.s. dekat pagar Ludd, di mana Israel terdapat kini.

Apa yang kamu ketahui mengenai Dajjal ?

Apa yang kamu ketahui mengenai Dajjal ?

Marilah kita memeriksa kebenaran Hadith dari Ahlus Sunnah yang telah diberitakan oleh Nabi S.A.W kita bahawa Dajjal akan muncul :

Nabi kita S.A.W telah memberitahu kita dalam Hadith bahawa Allah akan menjamin kemenangan kepada umat Islam semasa berperang dengan Dajjal dan umat Islam akan membunuhnya dan ‘shiah’ (pengikut)nya ; Apabila pengikut Dajjal bersembunyi disebalik pokok atau batu, pokok-pokok dan batu-batu berkenaan akan berkata kepada orang Islam : “ Di belakang aku ini ada Yahudi,, datanglah dan bunuhlah dia. ( Riwayat Imam Ahmad dalam al-Musnad) Hadis ini menggunakan perkataan shiah bagi menjelaskan pengikut kepada Dajjal.

“Dajjal akan diikuti oleh 70,000 Yahudi dari Isfahan, mereka memakai (jubah) al-Tayalisah (Persian shawls – jubah orang-orang Parsi (Syiah hari ini) yang tidak berjahit), .” [ rujuk Sahih Muslim]

Tanpa kita sedari bandar Isfahan yang merupakan bandar Yahudi di Iran ini merupakan pusat kepada aktiviti nuclear bagi negara Iran hari ini dan juga merupakan pusat penyelidikan senjata berbahaya Iran itu yang menurut keyakinan Israel sendiri, Iran bakal berjaya menyiapkannya aktiviti nuklearnya tanpa masalah yang besar. Ini membuktikan tentera Dajjal sedang dipersiapkan oleh orang-orang Parsi yang merupakan bakal pengikut Dajjal bagi menyambut kemunculan Dajjal nanti. Cubalah fahami pekerjaan Dajjal ini berdasarkan keterangan hadis-hadis Syiah yang saya lampirkan pada penghujung artikel ini. Selamat mengkaji dan mempelajari pekerjaan Bani Israel bersama saudara-saudara mereka dari keturunan Bani Ishak bin Ibrahim a.s, orang-orang Parsi Syiah di Iran.

MAHDI SYIAH IALAH MESSIAH DAJJAL

Syiah sedang menunggu kemunculan al-Qaim atau Imam ke-12 atau Imam Mahdi yang telah dua kali bersembunyi dalam lubang Sardab di Sammara’. Bukti-bukti berikut telah mebuktikan bahawa orang yang akan mengisi jawatan Imam ke-12 tidak lain melainkan Dajjal, berdasarkan keterangan agama Syiah sendiri (hadis-hadis dan karya-karya Syiah yang dikaitkan sebagai kata-kata para imam a.s mereka). Ahli Sunnah harus sentiasa berwaspada dan berhati-hati dan menyimpan dalam minda mereka bahawa Shiah adalah pengikut dan tentera Dajjal yang bakal muncul nanti.

Perlulah diingati Mahdi yang diyakini oleh Ahli Sunnah wa Jama’ah berdasarkan keterangan hadis-hadis yang sahih adalah seseorang yang berbeza dengan apa yang diyakini oleh Syiah baik dari segi aqidah, keturunan, amalan, ajaran dan pekerjaan serta peranan setelah memimpin umat islam ini nanti. Silalah mendapatkan mengenainya secara terperinci berdasarkan nas yang sahih.

CIRI-CIRI MAHDI SYIAH (DAJJAL) :

a. Undang-Undang Yahudi (keluarga Daud)

Al-Qaim atau Imam Mahdi Shiah akan memerintah menurut undang-undang Nabi Daud dan keluarga Daud, menurut hadis Shiah dalam kitab al-Kafi karangan Abu Ja’far al-Kulaini, yang menurut Syiah merupakan kitab paling sahih daripada empat sumber dasar agama Syiah yang tidak boleh dipertikaikan oleh sesiapa pun. Semua yang mengikuti hadis Syiah akan menemui riwayat al-Kulaini dalam al-Kafi(Jil.1, m.s.387-398):

Ali ibn Ibrahim meriwayatkan dari – bapanya – dari ibn Abi Umair – dari Mansur – dari Fadhl al-Aour – dari Abi Ubaidah melaporkan : “Apabila al-Qaim dari keluarga nabi muncul, dia akan memerintah menurut undang -undang Daud dan Sulaiman.”

Muhammad ibn Yahya meriwayatkan dari Ahmad ibn Muhammad dari Muhammad ibn Sinan dari Abaan yang melaporkan : “Aku telah mendengar Abu Abdullah [a.s] berkata : ‘Dunia tidak lenyap (terjadinya kiamat) kecuali seseorang dari kami akan muncul dan akan memerintah menurut undang-undang keluarga Daud’”

Ahmad dari Ahmad ibn Muhammad dari Ibn Mahbub dari Hisham ibn Salim dari Ammar as Sabati melaporkan : “Aku bertanya kepada Abu Abdullah [a.s] : ‘Di atas undang-undang apa kamu akan memerintah jika kamu menjadi pemerintah.’ Dia menjawab : ‘Menurut undang-undang Tuhan dan undang-undang Daud. Dan jika kami berselisih dalam satu keadaan yang mana kami tidak dapat menyelesaikannya, Jibril (Ruh al-Qudus) akan mendedahkannya kepada kami.’”

Muhammad ibn Ahmad dari Muhammad ibn Khalid dari Nazr ibn Suwaid dari Yahya al Halabi dari Imran ibn A’yun dari Jaeed al-Hamdani dari Ali ibn al-Hussein [a.s] berkata : “Aku bertanya kepada beliau dengan undang-undang mana kamu akan menghukum ?” Beliau berkata : “Dengan undang-undang Daud, dan jika disana terdapat satu perkara yang tidak dapat diselesaikan, Jibril (Ruh al Quds) akan mendedahkannya kepada kami.”

Ahmad ibn Mahran [r.a] dari Muhammad ibn Ali dari Ibn Mahbub dari Hisham bin Salim dari Ammar as Sabati melaporkan : “Aku bertanya kepada Imam Abu Abdullah [a.s]: ‘Dengan undang-undang mana kamu akan memerintah ?’ Dia menjawab : ‘Dengan undang-undang Tuhan, dan undang-undang Daud.’”

Bahasa Hebrew
Lebih jauh lagi, Imam ke-12, Imam Mahdi Syiah akan bercakap dalam bahasa Hebrew (Yahudi) :

Ahmad ibn Muhammad ibn Saeed al Uqdah berkata : Ali ibn al-Hasan at-Taymali melaporkana kepada kami : al-Hasan dan Muhammad bin Ali ibn Yusuf berkata, dari Sa’daan ibn Muslim, Dari rijal (perawi-perawi yang ramai), dari al-Mufadhal ibn Umar berkata : Abu Abdullah [a.s] berkata : “Apabila Mahdi berdoa, dia akan berdoa kepada Tuhan dalam bahasa Hebrew.” [Al-Ghaybah an Nu’mani, p.326]

Yahudi akan mengikuti Imam Mahdi Syiah.
Menurut Shiah, Yahudi juga akan menjadi pengikut Imam Mahdi:

Sheikh al-Mufid telah melaporkan dalam kitabnya, Al-Irshaad dari al- Mufadhal ibn Umar bahawa Imam Abu Abdullah [a.s] telah berkata : “Di sana akan muncul bersama Imam Mahdi .. manusia dari bangsa nabi Musa (Israel).” [Al-Irshaad al-Mufid , m.s 402]

Menurut hadis dari kitab Al-Kafi karangan al-Kulaini, ketika ghaib Imam Mahdi belajar dari satu kitab yang bernama al-Jafr (salah satu kitab suci Syiah yang didakwa ditulis oleh Imam Ali a.s), yang mengandungi ajaran dari agama Israel :

Imam (a.s.) akan kekal bersembunyi untuk satu tempoh dan kemudian berkata, “Ditangan kami ada al-Jafr. Apakah mereka mengetahui apa itu al-Jafr?” Aku kemudian bertanya, “Apakah kandungan al-Jafr itu ?” The Imams (a.s.) menjawab, “Ia mengandungi ilmu para nabi dan pelaksana harapan-harapan mereka dan ilmu cerdik pandai orang-orang Israel terdahulu.” [al-Kafi, Hadith 635, Ch. 40, h 1]

KESIMPULAN RIWAYAT DARI KITAB-KITAB SYIAH DIATAS :

Semua kepercayaan ini membawa kita mempercayai bahawa Imam Shiah yang ke-12 sebenarnya ialah Dajjal Yahudi, yang telah diperingatkan oleh Baginda S.A.W, orang yang akan memperdaya ramai manusia dan mencipta pelbagai kerosakan dimuka bumi. Inilah orang yang ditunggu-tunggu oleh Shiah. Merujuk kepada bukti-bukti, ini ialah apa yang kita ketahui mengenai al-Qaim mereka :

1. Dia akan memerintah menurut sistem undang-undang keluarga Daud, menggunakan Talmud.

2. Dia menggunakan bahasa Hebrew.

3. Pengikutnya terdiri dari orang-orang Yahudi dan pemuka agama Yahudi, kerana dia adalah Raja kepada bangsa Yahudi.

4. Semasa bersembunyi Imam mempelajari Talmud yang mana merupakan kandungan “al-Jafr.”

MESSIAH YAHUDI – MAHDI SYIAH

Cuba kita renungkan persamaan antara Mahdi Syiah dan Dajjal Messiah Yahudi yang diceritakan oleh agamawan Yahudi :

Penulis Yahudi terkenal Raphael Pata’ telah menterjemah kitab Mishne Torah yang telah dihimpunkan oleh pendita Yahudi lampau bernama Maimonides. Tajuk terjemahannya, The Messiah Texts pada muka surat 322-327, Maimonides menulis ;

“King Messiah will arise in the future and will restore the kingship of David to its ancient condition, to its rule as it was at first. And he will rebuild the Temple and gather the exiled of Israel. And in his days all the laws will return as they were in the past. They will offer up sacrifices, and will observe the Sabbatical years and the jubilee years with regard to all the commandments stated in the Torah. And he who does not believe in him, or he who does not await his coming, denies not only the [other] prophets, but also the Torah and Moses our Master. For, behold, the Torah testifies about him [the Messiah], as it is written,

The Lord will return your captivity and have compassion upon thee, and will return and gather thee from all the peoples whiter the Lord thy God hath scattered thee. If any of thine that are dispersed be in the uttermost parts of heaven, from thence will the Lord thy God will bring thee into the land which thy fathers possessed, and thou shalt possess it (Deut. 30:3-5)

Selanjutnya, Yahudi mempercayai Messiah atau al-Masih itu seorang raja, penakluk yang menang dari keturunan Nabi Dawud yang mereka namakan anak Allah. Mereka mempercayai juga bahawa al-Masih itu akan datang semula untuk mengembalikan kebesaran Israel dan menyatupadukan perbalahan kaum Yahudi di Palestin serta menjadikan hukum-hukum Taurat (kitab Nabi Musa) berjalan berkuat-kuasanya.

Mereka berharap al-Masih mereka muncul sejak zaman Nabi Musa a.s lagi. Nama al-Masih – Messiah sering diseru-seru oleh kaum Yahudi setiap kali mereka ditimpa bencana dan setiap masa mereka menderita dari bencana-bencana tersebut.

Tetapi juga kadang-kadang al-Masih ini juga dinamakan kepada sesiapa yang bertindak terhadap musuh-musuh mereka (Yahudi) walaupun bukan dari keturunan Daud seperti gelaran diberikan kepada Cyrus. Oleh kerana al-Masih itu masih belum muncul mereka menamakan beberapa ciri-ciri al-Masih sebenar iaitu seorang pembaik (muslih) sosial, adil dan bersopan santun. [lihat Arthur Hertzberg, Judaism, m.s : 215 – 218 ]

Abbas Mahmud Aqqad berkata, kebanyakan pengkaji mempercayai bahawa idea penyelamat yang jujur itu adalah dipinjam dari kepercayaan Zoroaster, agama asal yang dianuti oleh orang-orang Parsi. [Lihat Dr. Ahmad Syalabi, Agama Yahudi, Pustaka Nasional : Singapore, thn : 1977, m.s : m.s 185. Abbas Mahmud Aqqad, Allah, m.s 117.]

Guignebert berkata : Sesungguhnya kecenderungan Parsi kepada melukiskan kemenangan berterusan golongan baik ke atas golongan jahat selepas melalui sebuah pertarungan yang panjang . Apa yang dinamakan baik oleh orang Parsi, dinamakan pula oleh orang-orang Yahudi sebagai al-Masih [ Lihat Guignebert , The Jewish World in The Time of Jesus, m.s 141].

Idea wujudnya seorang raja yang idealis yang memerintah seluruh alam ini adalah asalnya dari idea yang tersebar dari kaum Semitik (Yahudi) dan ia dikuti pula dengan wujudnya suatu alam yang idealis yang sama, iaitu apa yang dikatakan oleh kaum Yahudi dan Kristian sesudah itu, kerajaan Tuhan.

Setengah pengkaji pula berpendapat kecenderungan kepada idea yang mengatakan al-Mahdi Muntazar yang dipegang oleh Syiah adalah dipinjam daripada idea yang ditunggu-tunggu di kalangan kaum Yahudi. [Lihat Max Margolis dan Alexander Marx : A History of Hebrew People, m.s : 258]

APAKAH YANG AKAN DILAKUKAN OLEH MAHDI SYIAH – DAJJAL SETELAH KEMUNCULANNYA.

Lihat pula apakah sifat-sifat Mahdi Syiah – Dajjal ini dan apakah yang bakal dilakukannya setelah muncul lagi berdasarkan keterangan hadis-hadis agama Syiah :

a. Rasulullah S.A.W orang pertama berbaiah dengan Imam Mahdi ? Aqidah sesat Syiah

Orang pertama yang akan membai’ah Imam Mehdi Syiah ialah Rasulullah s.a.w ketika raj’ah. Rasulullah s.a.w akan menjadi muridnya. [Haqq al-Yaqin jil.2, m.s : 347 dan Bashairu al-Darajat, m.s : 213 ]

b. Muncul Imam Mahdi, Hipokrit (Taqiyyah) Bagi Agama Syiah Akan Terbatal.

Taqiyyah adalah sesuatu yang wajib diamalkan oleh seseorang yang berfahaman Syiah. Seterusnya akan terkeluar daripada Syiah jika tidak mengamalkannya. Diriwayatkan daripada Imam kelapan Ali bin Musa bahawa beliau berkata, “Tiada agama bagi orang yang tidak wara’ dan tiada iman bagi orang yang tidak bertaqiyyah. “Maka beliau ditanya, “Wahai cucunda Rasulullah, sampai bilakah (perlu bertaqiyyah) ? Beliau menjawab, ” Sampai hari tertentu, iaitu hari munculnya Imam Mahdi. Sesiapa yang tidak mengamalkan taqiyyah sebelum keluarnya Imam Mahdi, bukanlah dia daripada kalangan kami “. ( Kasyf al-Ghummah Al-Ardabili, hal 341).

c. Imam Mahdi Kejam dan Ganas.

Sifat Imam Mahdi yang ditunggu oleh Syiah begitu ganas dan kejam sehingga kerjanya tidak lain selain daripada membunuh dan menyembelih manusia, terutama bangsa Arab dan kalangan Ahli Sunnah.

Mereka menyatakan, Apabila muncul Imam Mahdi nanti orang orang Syiah akan menghadapkan setiap Nasibi di hadapan Imam Mahdi. Jika Nasibi itu mengakui Islam iaitu wilayah maka dia akan dibebaskan, jika tidak akan dipenggal lehernya atau dia bersedia membayar jizyah sebagai ahli zimmi.(al-Majlisi, Bihar al-Anwar, J.52, hal 373, tafsir Furat ibn Ibrahim, hal. 100).

Al-Majlisi meriwayatkan, “tidak akan ada yang tinggal antara kami dengan orang Arab melainkan pembantaian” [Mula Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar, jil. 52 m.s 349].

Dalam riwayat yang lain al-Majlisi meriwayatkan, “al-Muntazar akan berjalan di kalangan orang Arab dan akan membunuh mereka”. [ Mula Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar, jil.52, m.s 318 ]

Dia juga meriwayatkan, “Hati-hatilah orang Arab kerana mereka memiliki berita yang buruk, maka sesungguhnya tidak akan keluar seorang pun dikalangan mereka bersama al-Qa’im”. [ al-Majlisi, Bihar al-Anwar, jil.52, m.s : 333 ].

Kejam terhadap manusia dengan membunuh 9/10 daripada umat islam. Ketika raj’ah, orang-orang ahli sunnah yang tidak menerima ajarannya (Syiah Imamiyyah) akan dipenggal lehernya. [ al-Kulaini, al-Raudah min al-Kafi, jil.8, m.s 160]

Majlisi meriwayatkan, dari Abu Abdillah a.s, “kalaulah manusia mengetahui apa yang bakal dilakukan oleh al-Qaim semasa dia muncul, maka kebanyakan mereka lebih suka untuk tidak melihatnya kerana pembunuhan yang dilakukannya terhadap manusia .. sehingga kebanyakan manusia mengatakan, “Ini bukan dari keluarga Muhammad, kalaulah dia dari keluarga Muhammad pasti dia akan memiliki kasih sayang” . [ Bihar al-Anwar, jil. 52, m.s 353 ].

Sayid Sadr menyatakan, “sesungguhnya pembunuhan yang terjadi pada manusia kebanyakkan dikhususkan kepada kaum muslimin. Kemudian dia (al-Qaim) menghadiahkan kepada saya satu salinan dari kitabnya”….. [Sayyid Husein al-Musawi, lillah thumma li Tarikh, terj. Mengapa saya keluar dari Syiah, m.s : 137]

d. Imam Mahdi akan merobohkan Ka’bah.

Al-Majlisi menjelaskan, perkara yang pertama dilakukan oleh al-Qaim setelah muncul ialah mengusir dua orang iaitu Abu Bakr dan Umar yang masih basah dan segar, melemparkannya dengan angin dan merobohkan masjid-masjid. [ Bihar al-Anwar, jil.52, 387 ].

Imam Mahdi yang dinantikan kemunculannya yang mengikut kepercayaan Ahli Sunnah akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah ia dipenuhi dengan kezaliman dianggap oleh Syiah sebagai orang yang akan merobohkan Kaabah dan akan memotong tangan dan kaki penjaga Tanah Haram.

Syeikh Mufid menyebut bahawa, “Apabila lmam Mahdi muncul ia akan merobohkan masjid al-Haram dan memotong tangan Bani Syaibah kemudian menggantungkannya di Kaabah serta dituliskan kepadanya, mereka inilah pencuri pencuri Kaabah.” (al-Mufid, Al-Irsyad. hal. 411, At-Tusi, Kitab al Ghaibah, hal.282).

Al-Majlisi meriwayatkan, “Sesungguhnya al-Qaim akan merobohkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sehingga rata tanahnya”. [ al-Majlisi, Bihar al-Anwar, jil. 52, m.s : 338 ] juga al-Tusi, al-Ghaibah, m.s 282 ]

e. Membongkar semula kubur para sahabat nabi.

Akan membongkar kubur Abu Bakr al-Siddiq dan Umar al-Khattab r.a untuk disalib dan disebat dikhalayak ramai. Mereka kedua akan dihidupkan kembali untuk menerima hukuman. [ Lihat, Ni’matullah al-Jazairi, Al-Anwar al-Nu’maniyyah, jil.2, m.s : 85 dan Majlisi, Haqq al-Yaqin, j.2, m.s : 242 ].

Sementara di zaman kemunculan Mahdi, ketika raj’ah Imam Mahdi akan menghidupkan Aisyah dan akan melaksanakan hukum hudud ke atasnya kerana Aisyah dikatakan telah berzina semasa hidup Rasulullah s.a.w. [ Anwar al-Nu’maniyyah, jil.1, m.s : 161, Tafsir al-Shafi, jil.2, m.s 108, Haq al-Yaqin, jil.2, m.s 256, Hayat al-Qulub, jil.2, m.s 611]

al-Majlisi menjelaskan, perkara yang pertama dilakukan oleh al-Qaim setelah muncul ialah mengusir dua orang iaitu Abu Bakr dan Umar yang masih basah dan segar, melemparkannya dengan angin dan merobohkan masjid-masjid. [ Bihar al-Anwar, jil.52, 387 ].

f. Mahdi Syi’ah berhukum dengan hukum Dawud dan Sulaiman (Kitab Zabur) dengan kejam.

Al-Majlisi meriwayatkan bahawa, “al-Qaim akan membawa ajaran baru, kitab yang baru dan hukum yang baru”. [al-Majlisi, Buhar al-Anwar, jil.52, m.s : 354 ].

Al-Kulaini dalam Usul al-Kafi, kitab yang paling sahih bagi Syiah yang mengatasi kesahihan Sahih al-Bukhari bagi ahli Sunnah. Dia meriwayatkan dari Imam Abu Abdillah a.s berkata : “Jika al-Qaim dari keluarga Muhammad muncul, dia akan memerintah dengan hukum Daud dan Sulaiman (ajaran Taurat), dia tidak akan menanyakan bukti-bukti”. [ Usul al-Kafi, jil.1, m.s : 397]

KESIMPULAN

Akhirkata, sama-samalah kita mengkaji tentang bangsa Parsi pengikut Dajjal yang bakal menyambut kemunculan Dajjal nanti. Hanya orang-orang yang buta mata hatinya menganggap kaum Parsi Syiah itu seagama dengan mereka tanpa mengkaji latarbelakang hubungan dan kerjasama mereka dengan Amerika Zionist dan Israel dalam kejatuhan Taleban Afghanistan dan Iraq. Syiah samada Iran, Syria atau Hizbullah adalah sekutu Israel disebalik konflik dan peperangan palsu antara mereka. Memadailah kita merenung riwayat Imam Muslim dimana Rasulullah telah bersabda, “Dajjal akan diikuti oleh 70,000 dari bandar Yahudi Isfahan mereka itu memakai jubah Parsi (Syiah) – Tayalisah”.

Dajjal,Yahudi, Freemason, Pokemon, Teletubbies

Dajjal,Yahudi, Freemason, Pokemon, Teletubbies
KETIKA perang Vietnam dengan Amerika, beberapa anggota tentera Amerika telah ditahan oleh pihak komunis. Hairannya anggota tentera Amerika yang ditahan oleh komunis ini berpaling tadah sehingga berani menyiarkan fahaman komunis di frekuensi radio yang ditujukan kepada tentera Amerika lain.
Mengikut kajian para psikologis, mereka yang ditahan telah diprogramkan (brain wash) dan salah satu cara paling berkesan yang digunakan komunis ialah cara mengulang-ulangkan pemahaman mereka kepada tentera tadi. Maknanya apabila mendengar sesuatu berulangkali, seseorang itu akhirnya akan yakin dengan sesuatu perkara tersebut. Kaedah tersebut sama banyak dengan kaedah psikologi hipnotisme lain yang digunakan oleh musuh-musuh Islam dalam medan media untuk menerapkan fahaman dan nilai-nilai keji mereka. Sesuatu perkara baru yang sensitif dianggap aneh atau taboo akan akhirnya menjadi perkara biasa dan masyarakat akan menjadi lali jika berulang kali didengar atau dipaparkan. Kaedah repetitive hypnotism ini sangat berkesan. Contohnya, homoseksual menjadi kebanggaan malah diberi hak berkelakuan tidak senonoh dan dilindungi oleh undang-undang sekular, hasil propaganda repetitive media.

Dalam ajaran islam, Allah dan rasulnya menggunakan kaedah repetitive brain wash ini. Kita sembahyang lima kali sehari, membaca al-Fatihah dalam setiap rakaat, Al-Quran disarankan dibaca selalu. Justeru, kita tahu bahawa seseorang yang telah menerima bahawa Tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah dan Muhammad sebagai penyampai mesej Allah dan menjadi ikutan hidupnya, akan dibersihkan otaknya (brain wash) dari segala akidah yang salah, pemahaman yang karut dan segala sifat yang keji. Diterapkan akidah yang benar bersifat mulia dengan mengerjakan ibadah yang bersifat repetitive tersebut.

Kini, adik-adik dan pemuda pemudi Islam terdedah dengan hypnotism yang diselitkan dalam rancangan kartun Pokemon sehingga mufti-mufti ditanah Arab membawa fatwa mengharamkan Pokemon. Individu yang tidak peka dengan kejatuhan akidah dan akhlak umat akan berkata "Apa sangat nak dihebohkan dengan perkara kecil simbol-simbol benda kartun ni?"

Pengharaman kad mainan Pokemonini wajar dilakukan kerana kad tersebut mengandungi antaranya simbol-simbol Kristian dan salib. Muslimin sekalian, jangan pandang remeh bahaya Pokemon ini kerana dalam masa berhibur, anak-anak yang menonton kartun ini dipukau dan diracun mindanya dengan sedikit demi sedikit ajaran-ajaran keji. Dipukau dengan aksi-aksi hebat penyelamat-penyelamat dunia yang menggunakan simbol logo-logo Zionis, Freemason dan Christianity.

Sedikit demi sedikit generasi akan datang, akan akhirnya menjadi pengikut dan askar-askar Dajjal! Perlu diingat, kaedah tipu helah syaitan yang popular ialah mencampur-adukkan banyak benda baik dengan sedikit benda buruk supaya tidak ketara kita ini disesatkan dan ditipu hidup-hidup. Contohnya, berjuta manusia terpedaya dengan ramah-tamah, baik budi pemurah Mother Theresa, mencampur adukkan kebaikan membantu fakir miskin dengan keburukan Trinity menyembah Bapa Tuhan, Anak dan 'holy spirit' menggantikan Allah yang Esa.

Apa sebenarnya aktiviti dan pengaruh 'Freemason' yang dikaitkan dengan kedatangan Dajjal tidak lama lagi? Maklumat terperinci kedatangan Freemason sebagai tentera Dajjal banyak diriwayat dalam hadith. Kedatangan Dajjal tidak dijelaskan terperinci dalam Al-Quran sebab itu golongan anti hadith tidak akan ada perisai menangani tipu helah Dajjal

Secara ringkasnya, Freemason adalah pertubuhan rahsia bawah tanah golongan elit dunia yang juga adalah penyembah syaitan. Dahulunya mereka ini terpaksa lari mencari tempat perlindungan kerana diburu kerajaan Kristian Eropah kerana dianggap murtad mengamal sihir dan menyembah syaitan. Tetapi mereka ini berjaya mendapat pengaruh politik beberapa kerajaan Eropah dan akhirnya menerajui pucuk pimpinan (secara rahsia) kerajaan-kerajaan Eropah bermula dengan Scotland, zaman Robert The Bruce, England dan France.

Pengaruh Freemason amatlah besar dalam sejarah dunia dari dahulu hingga kini. Contohnya mereka yang bertanggungjawab meletuskan Revolusi Perancis dalam kurun ke-18 dan Perang Teluk beberapa tahun lalu. Fakta ini dibuktikan dari logo tiga segi Triangle Freemason yang kemudiannya dicetak di belakang duit kertas $1 Amerika.
Di bawah logo ini tertulis ayat Latin 'NOVUS ORDO SECLORUM' yang bermaksud 'The new secular order', iaitu askar-askar Freemason sekarang ini sedang dan telah lama bekerja membina dunia baru yang sepenuhnya sekular yakni memisahkan agama dari setiap aktiviti manusia sejagat. Mereka membina dunia sekular dengan kekejian seks, jenayah, dadah dan muzik. Ini digambarkan dengan logo piramid. Kalau diperhatikan, piramid ini belum lengkap, puncaknya masih terawang-awang tidak dicantum lagi.

Proses melengkapkan piramid ini tiba dengan kedatangan tuhan mereka bermata satu yang dinamakan 'Ra' atau 'Ray'. Masa kedatangannya adalah bila Tuhan mereka ini telah puas dengan hasil kerja pekerjanya. Sejarah perjuangan keji golongan penyembah syaitan ini bermula dari zaman ahli sihir Firaun lagi. Puncak tiga segi yang di atas itu dilukis dengan hanya dua dimensi, bukan tiga dimensi seperti piramid sebab kalau ada satu sahaja mata, pandangan; kita akan hanya ada dua dimensi.

Apabila matlamat mereka tercapai, di mana manusia sejagat telah tidak lagi menyembah Tuhan yang Esa tetapi menyembah hawa nafsu dan kehidupan duniawi maka secara automatik kedatangan 'Ra' atau Dajal akan disembah sebagai tuhan. Ini kerana siapa yang mengikut Dajjal akan menjadi mewah dan siapa yang menentangnya akan sengsara.

Dia mengaku sebagai tuhan mampu memberi dan menyekat rezeki, dan dikurnia Allah berbagai-bagai keistimewaan sebagai ujian.

Pada zaman ini, di mana sahaja anda berada baik di Amerika Syarikat, Eropah, United Kingdom atau Malaysia, setiap yang kita dengar dari media, lihat, tonton, baca semuanya telah dipengaruhi Freemason. Mereka ini telah berkerja keras menyesatkan masyarakat sehingga mempengaruhi minda kita sejak peringkat bayi lagi.

Saya ingin menyentuh rancangan Teletubbies, rancangan untuk bayi memaparkan watak-watak boneka Tinky-Winky, Dipsy, La la, Po yang comel-lote. Rancangan ini sangat popular sehingga patung teletubbies laris menjelang Krismas dua tiga tahun lepas.

Beberapa bulan kemudian televisyen dan akhbar tempatan United Kingdom membawa berita bahawa hasil kajian mendapati bayi sedunia sebenarnya bertutur bahasa bayi yang sama. Pada permulaan rancangan tersebut bayi-bayi kecil dan kanak-kanak yang menonton dapat melihat hero seorang bayi menyerupai matahari terbit menyinari alam. Sambil matahari ini terbit mimik muka bayi comel tersebut menunjukkan wajah bengis, seolah-olah dirinya yang autoriti di alam penuh warna warni dan sekelip mata (dalam suku saat) logo Freemason dipancarkan. Cuba tenung betul-betul tanpa mengelip mata pada bayi matahari di permulaan rancangan Teletubbies tersebut.

Kaedah flashing image ini telah lama digunakan dalam media perfileman untuk membawa maksud tersirat (subliminal message). Imej tersebut biasanya tidak dapat dilihat oleh mata kasar kerana dikelipkan dengan pantas. Menurut kajian, otak manusia dapat menangkap imej dan mesej tersebut tanpa disedari.

Contohnya kadangkala bulu roma tengkok naik scram semasa menonton filem sebab banyak diselitkan 'flasing images' makhluk hodoh scram. Dalam rancangan Teletubbies tersebut, setiap kali bayi matahari ini muncul akan ada perkara ajaib yang berlaku di kaca televisyen. Macam cerita Dajjal, beliau mengaku tuhan dan ada banyak perkara ajaib.

Keberkesanan mempengaruhi manusia dari peringkat bayi ini mungkin tidak sebesar mana tetapi Islam melalui sunnah Nabi mengajar kita azankan di telinga kanan dan iqamahkan di telinga kiri beberapa saat lahirnya bayi ke dunia. Ekoran daripada itulah Allah menyuruh kita tundukkan pandangan, selamatkan diri dari melihat papan tanda lucah merata-rata yang sudah jelas dikuasai syaitan bertopengkan syarikat pengiklanan di seluruh dunia.

Dajjal

Dajjal tidak disebut dalam Al-Quran, tetapi terdapat dalam hadis dan Sunah yang menguraikan sifat-sifat Dajjal. Berdasarkan kepercayaan yang telah umum dalam kalangan muslim, karakteristik ad-Dajjal adalah sebagai berikut:

Dajjal memiliki cacat fisik berupa mata kiri yang buta, dan mata kanan yang dapat melihat tetapi berwarna gelap (hitam). Dalam beberapa hadis menjelaskan ia hanya memiliki sebuah mata. Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan.
Dajjal seorang pemuda posturnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, berambut keriting, matanya sebelah kanan buta, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar), serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy dari Khuza’ah yang hidup di zaman Jahiliyah).[2]
Dia akan menipu para umat muslim dengan mengajari mereka tentang surga, tapi ajaran tersebut adalah sebaliknya (Neraka).
Huruf Arab Kaf Faa Raa (kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf.
Dia dapat melihat dan mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan.
Dia mempunyai keahlian untuk menipu manusia.
Dia akan coba meletakkan manusia pada tingkatan Tuhan.
Dia akan menyatakan dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi. Berdasarkan sumber lain tentang akhirat yang ditulis Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajjal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali, namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal adalah Tuhan.
Siapa saja yang menolak dan tidak percaya dengannya, mereka akan menderita kemarau dan kelaparan. Siapa saja yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
Sebagian besar ajaran Islam mempercayai bahwa ia muncul di Kota Isfahan
Dia tidak bisa memasuki Makkah atau Madinah karena dijaga para malaikat.
Imam Mahdi akan melawannya atas nama Islam.
Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa dekat pintu gerbang Lud yang merupakan wilayah Israel saat ini.
[sunting] Dajjal membawa air dan api
Bedasarkan sebuah hadis yang menceritakan tentang Dajjal. Hadis tersebut menceritakan suatu hari pada musim kemarau, Dajjal akan bertanya, "Apakah kamu menginginkan api atau air?" Jika menjawab air, itu bermakna api yang diberikannya, Jika jawabannya api, ia akan memberi air. Kamu akan diberikan air jika kamu mengakui Dajjal adalah Tuhan dan bila kamu murtad dari agama Allah. Apabila kamu lebih memilih api tetapi tetap berada di jalan Allah, maka kamu akan dibunuhnya.

Dajjal membawa api dan air; Muhammad bersabda: "Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan membawa air dan api, maka apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya itu adalah api yang membakar. Sedang apa yang dilihat oleh manusia sebagai api, maka itu sebenarnya adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menjumpainya, hendaklah menjatuhkan dirinya ke dalam apa yang dilihatnya sebagai api, kerana ia sesungguhnya adalah air tawar yang nyaman." [3]

Dajjal membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka; Dari Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Sukakah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya."

Dajjal membawa sungai air dan sungai api; Dari Abu Hudzaifah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari Dajjal itu sendiri tentang apa padanya. Dia mempunyai dua 2 sungai mengalir. Yang satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi menurut mata adalah api yang bergelojak. Sebab itu, kalau seorang mendapatinya hendaklah mendekati sungai yang kelihatan api. Hendaklah dipejamkan matanya, kemudian ditekurkan kepalanya, lalu diminumnya air sungai itu kerana itu adalah air sungai yang sejuk. Sesungguhnya Dajjal itu buta matanya sebelah ditutupi oleh daging yang tebal, tertulis antara dua 2 matanya (di keningnya) perkataan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman pandai baca atau tidak.[4]

[sunting] Perlindungan dari Dajjal
Nabi Muhammad mengingatkan para pengikutnya untuk membaca dan menghapal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajjal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut yang dijaga oleh para malaikat. Muhammad juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal." Dia juga menyatakan tidak ada musibah yang lebih hebat daripada bencana yang ditimbulkan Dajjal sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.

Perjalanan Nabi Musa Dan Hamba Allah Khidir

 Perjalanan Khidr dan Musa
Demikianlah seterusnya Musa mengikuti Khidir dan terjadilah beberapa peristiwa yang menguji diri Musa yang telah berjanji bahawa baginda tidak akan bertanya sebab sesuatu tindakan diambil oleh Nabi Khidir. Setiap tindakan Nabi Khidir a.s. itu dianggap aneh dan membuat Nabi Musa terperanjat.

Kejadian yang pertama adalah saat Nabi Khidir menghancurkan perahu yang ditumpangi mereka bersama. Nabi Musa tidak kuasa untuk menahan hatinya untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa, dan akhirnya Nabi Musa meminta maaf karena kalancangannya mengingkari janjinya untuk tidak bertanya terhadap setiap tindakan Nabi Khidir.

Selanjutnya setelah mereka sampai di suatu daratan, Nabi Khidir membunuh seorang anak yang sedang bermain dengan kawan-kawannnya. Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir tersebut membuat Nabi Musa tak kuasa untuk menanyakan hal tersebut kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir kembali mengingatkan janji Nabi Musa, dan beliau diberi kesempatan terakhir untuk tidak bertanya-tanya terhadap segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Khidir, jika masih bertanya lagi maka Nabi Musa harus rela untuk tidak mengikuti perjalanan bersama Nabi Khidir.

Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai disuatu wilayah perumahan. Mereka kelelahan dan hendak meminta bantuan kepada penduduk sekitar. Namun sikap penduduk sekitar tidak bersahabat dan tidak mau menerima kehadiran mereka, hal ini membuat Nabi Musa merasa kesal terhadap penduduk itu. Setelah dikecewakan oleh penduduk, Nabi Khidir malah menyuruh Nabi Musa untuk bersama-samanya memperbaiki tembok suatu rumah yang rusak di daerah tersebut. Nabi Musa tidak kuasa kembali untuk bertanya terhadap sikap Nabi Khidir ini yang membantu memperbaiki tembok rumah setelah penduduk menzalimi mereka. Akhirnya Nabi Khidir menegaskan pada Nabi Musa bahwa beliau tidak dapat menerima Nabi Musa untuk menjadi muridnya dan Nabi Musa tidak diperkenankan untuk terus melanjutkan perjalannya bersama dengan Nabi Khidir.

Selanjutnya Nabi Khidir menjelaskan mengapa beliau melakukan hal-hal yang membuat Nabi Musa bertanya. Kejadian pertama adalah Nabi Khidir menghancurkan perahu yang mereka tumpangi karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggallah seorang raja yang suka merampas perahu miliki rakyatnya.

Kejadian yang kedua, Nabi Khidir menjelaskan bahwa beliau membunuh seorang anak karena kedua orang tuanya adalah pasangan yang beriman dan jika anak ini menjadi dewasa dapat mendorong bapak dan ibunya menjadi orang yang sesat dan kufur. Kematian anak ini digantikan dengan anak yang shalih dan lebih mengasihi kedua bapak-ibunya hingga ke anak cucunya.

Kejadian yang ketiga (terakhir), Nabi Khidir menjelaskan bahwa rumah yang dinding diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut. Didalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua. Ayah kedua kakak beradik ini telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shalih. Jika tembok rumah tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang di kota itu yang sebagian besar masih menyembah berhala, sedangkan kedua kakak beradik tersebut masih cukup kecil untuk dapat mengelola peninggalan harta ayahnya. Dipercaya tempat tersebut berada di negeri Antakya, Turki.

Akhirnya Nabi Musa as. sadar hikmah dari setiap perbuatan yang telah dikerjakan Nabi Khidir. Akhirya mengerti pula Nabi Musa dan merasa amat bersyukur karena telah dipertemukan oleh Allah dengan seorang hamba Allah yang shalih yang dapat mengajarkan kepadanya ilmu yang tidak dapat dituntut atau dipelajari iaitu ilmu ladunni. Ilmu ini diberikan oleh Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Nabi Khidir yang bertindak sebagai seorang guru banyak memberikan nasihat dan menyampaikan ilmu seperti yang diminta oleh Nabi Musa dan Nabi Musa menerima nasihat tersebut dengan penuh rasa gembira.

Saat mereka didalam perahu yang ditumpangi, datanglah seekor burung lalu hinggap di ujung perahu itu. Burung itu meneguk air dengan paruhnya, lalu Nabi Khidir berkata, “Ilmuku dan ilmumu tidak berbanding dengan ilmu Allah, Ilmu Allah tidak akan pernah berkurang seperti air laut ini karena diteguk sedikit airnya oleh burung ini.”

Sebelum berpisah, Khidir berpesan kepada Musa: “Jadilah kamu seorang yang tersenyum dan bukannya orang yang tertawa. Teruskanlah berdakwah dan janganlah berjalan tanpa tujuan. Janganlah pula apabila kamu melakukan kekhilafan, berputus asa dengan kekhilafan yang telah dilakukan itu. Menangislah disebabkan kekhilafan yang kamu lakukan, wahai Ibnu `Imran.”

Kisah Nabi Musa

Nabi Musa diutuskan oleh Allah bagi memimpin Kaum Israel ke jalan benar. Beliau merupakan anak kepada Imran dan Yukabad binti Qahat, (Musa bin Imran bin Kohath bin Lewi bin Yakqub bin Ishaq bin Ibrahim), bersaudara (adik-beradik mengikut sesetengah periwayatan) dengan Nabi Harun, dilahirkan di Mesir pada pemerintahan Firaun.

[sunting] Firaun Dengan Mimpi
Waktu kelahirannya cukup cemas kerana Firaun menguatkuasakan undang-undang supaya setiap bayi lelaki yang dilahirkan terus dibunuh. Tindakan itu diambil kerana dia sudah terpengaruh dengan ahli nujum yang menafsirkan mimpinya. Firaun bermimpi Mesir terbakar dan penduduknya mati, melainkan kalangan Kaum Israel, sedangkan ahli nujum mengatakan kuasa negara itu akan jatuh ke tangan lelaki Kaum Israel. Disebabkan khuatir, dia memerintahkan setiap rumah digeledah dan jika mendapati bayi lelaki perlu dibunuh.

Ibu Nabi Musa, Yukabad melahirkan seorang bayi lelaki (Musa) dan kelahiran itu dirahsiakan. Kerana merasa bimbang dengan keselamatan Musa, apabila musa mencecah umur tiga bulan Musa dihanyutkan ke Sungai Nil. Musa yang terapung di sungai itu ditemui isteri Firaun , Asiah sendiri ketika sedang mandi dan tanpa berlengah dibawanya ke istana. Melihat isterinya membawa seorang bayi, Firaun dengan tidak teragak-agak menghunuskan pedang untuk membunuh Musa. Asiah berkata: “Janganlah dibunuh anak ini kerana aku menyayanginya. Baik kita menjadikannya seperti anak sendiri kerana aku tidak mempunyai anak.” Dengan kata-kata dari Asiah tersebut, Firaun tidak sampai hati untuk membunuh Musa.

[sunting] Nabi Musa Bertemu ibunya
Kemudian Asiah mendapatkan pengasuh tetapi tidak seorang pun yang dapat mendodoikan Musa dengan baik, malah dia asyik menangis dan tidak mahu disusui. Selepas itu, ibunya sendiri tampil untuk mengasuh dan membesarkannya di istana Firaun.Al-Quran menghuraikan peristiwa itu: “Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya supaya senang hatinya dan tidak berdukacita dan supaya dia mengetahui janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”

Pada satu hari, Firaun mendukung Musa yang masih kanak-kanak, tetapi dengan tiba-tiba janggutnya ditarik hingga dia kesakitan, lalu berkata: “Wahai isteriku, mungkin kanak-kanak ini yang akan menjatuhkan kekuasaanku.” Isterinya berkata: “Sabarlah, dia masih kanak-kanak, belum berakal dan mengetahui apa pun.” Sejak berusia tiga bulan hingga dewasa Musa tinggal di istana itu sehingga orang memanggilnya Musa bin Firaun. Nama Musa sendiri diberi keluarga Firaun. “Mu” bermakna air dan “sa” bermaksud pokok sempena tempat penemuannya di tepi Sungai Nil oleh Asiah.

[sunting] Mukjizat Nabi Musa hadapi Firaun
Kisah pertembungan di antara mukjizat Nabi Musa dengan sihir dari tukang sihir firaun dikata bermula disebab satu peristiwa di mana pada satu ketika semasa Musa mengambil meninjau di sekitar kota dan kemudian beliau terserempak dua lelaki sedang berkelahi, masing-masing di kalangan Bani Israel bernama Samiri dan bangsa Firaun, Fatun. Melihatkan pergaduhan itu Musa mahu mententeramkan mereka, tetapi ditepis Fatun. Tanpa berlengah Musa terus menghayunkan satu penumbuk ke atas Fatun, lalu tersungkur dan meninggal dunia.

Apabila mendapati lelaki itu meninggal dunia kerana tindakannya, Musa memohon ampun kepada Allah seperti dinyatakan dalam al-Quran: “Musa berdoa: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiayai diriku sendiri kerana itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Tetapi, tidak lama kemudian orang ramai mengetahui kematian Fatun disebabkan Musa dan berita itu turut disampaikan kepada pemimpin kanan Firaun. Akhirnya mereka mahu menangkap Musa. Disebabkan terdesak, Musa mengambil keputusan keluar dari Mesir. Beliau berjalan tanpa arah dan tujuan, tetapi selepas lapan hari, beliau sampai di kota Madyan, iaitu kota Nabi Syu’aib di timur Semenanjung Sinai dan Teluk Aqabah di selatan Palestin.

Musa tinggal di rumah Nabi Syu’aib(Jethro) beberapa lama sehingga berkahwin dengan anak gadisnya bernama Shafura(Zipporah). Selepas menjalani kehidupan suami isteri di Madyan, Musa meminta izin Syu’aib untuk pulang ke Mesir.Dalam perjalanan itu, akhirnya beliau dan isterinya tiba di Bukit Sina. Dari jauh, beliau ternampak api, lalu terfikir mahu mendapatkannya untuk dijadikan penyuluh jalan. Beliau meninggalkan isterinya sebentar untuk mendapatkan api itu. Apabila sampai di tempat api menyala itu, beliau mendapati api menyala pada sebatang pokok, tetapi tidak membakar pokok berkenaan. Ini menghairankannya dan ketika itu beliau terdengar suara wahyu daripada Tuhan.

Selepas itu Allah berfirman kepadanya, bermaksud: “....Wahai Musa sesungguhnya Aku Allah, iaitu Tuhan semesta alam.”

Firman-Nya lagi, bermaksud: “Dan lemparkan tongkatmu, apabila tongkat itu menjadi ular Musa melihatnya bergerak seperti seekor ular, dia berundur tanpa menoleh. Wahai Musa datanglah kepada-Ku, janganlah kamu takut, sungguh kamu termasuk orang yang aman.”

Selepas itu Allah berfirman lagi kepada Musa, maksudnya: “Masukkan tanganmu ke leher bajumu, pasti keluar putih bersinar dan dakapkan kedua tanganmu ke dada kerana ketakutan....”

Tongkat menjadi ular dan tangan putih berseri-seri itu adalah dua mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Musa, ketika beliau dalam perjalanan pulang dari Madyan ke Mesir, bagi menghadapi Firaun dan pengikutnya yang fasik. Firaun cukup marah mengetahui kepulangan Musa yang mahu membawa ajaran lain daripada yang diamalkan selama ini sehingga memanggil semua ahli sihir untuk mengalahkan dua mukjizat berkenaan. Ahli sihir Firaun masing-masing mengeluarkan keajaiban, ada antara mereka melempar tali terus menjadi ular. Namun, semua ular yang dibawa ahli sihir itu ditelan ular besar yang berasal daripada tongkat Musa.

Firman Allah bermaksud: “Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, pasti ia akan menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya apa yang mereka buat itu hanya tipu daya tukang sihir dan tidak akan menang tukang sihir itu dari mana saja ia datang.”

Semua keajaiban ahli sihir itu ditewaskan Musa menggunakan dua mukjizat berkenaan, menyebabkan sebahagian daripada kalangan pengikut Firaun, termasuk isterinya mengikuti ajaran yang dibawa Musa. Melihatkan ahli sihir dan sebahagian pengikutnya beriman dengan ajaran Nabi Musa, Firaun marah, lalu menghukum golongan berkenaan. Manakala isterinya sendiri diseksa hingga meninggal dunia.

Nabi Musa bersama orang beriman terpaksa melarikan diri sehingga mereka sampai di Laut Merah. Namun, Firaun dan tenteranya yang sudah mengamuk mengejar mereka dari belakang, tetapi semua mereka mati ditenggelamkan laut.

Al-Quran menceritakan: “Dan ingatlah ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan Firaun dan pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.”

[sunting] Nabi Musa bermunajat di Bukit Sina
SELEPAS keluar dari Mesir, Nabi Musa bersama sebahagian pengikutnya dari kalangan Bani Israel menuju ke Bukit Sina untuk mendapatkan kitab panduan daripada Allah. Namun, sebelum itu Musa disyaratkan berpuasa selama 30 hari pada Zulkaedah. Ketika mahu bermunajat, beliau beranggapan bau mulutnya kurang menyenangkan. Beliau menggosok gigi dan mengunyah daun kayu, lalu perbuatannya ditegur malaikat dan beliau diwajibkan berpuasa 10 hari lagi.Dengan itu puasa Musa genap 40 hari.

Sewaktu bermunajat, Musa berkata: “Ya Tuhanku, nampakkanlah zatMu kepadaku supaya aku dapat melihatMu.” Allah berfirman: “Engkau tidak akan sanggup melihatKu, tetapi cuba lihat bukit itu. Jika ia tetap berdiri tegak di tempatnya seperti sediakala, maka nescaya engkau dapat melihatku.” Musa terus memandang ke arah bukit yang dimaksudkan itu dan dengan tiba-tiba bukit itu hancur hingga masuk ke perut bumi, tanpa meninggalkan bekasnya.Musa terperanjat dan gementar seluruh tubuh lalu pengsan.

[sunting] Bertasbih
Apabila sedar, Musa terus bertasbih dan memuji Allah, sambil berkata: “Maha besarlah Engkau ya Tuhan, ampuni aku dan terimalah taubatku dan aku akan menjadi orang pertama beriman kepadaMu.” Sewaktu bermunajat, Allah menurunkan kepadanya kitab Taurat. Menurut ahli tafsir, ketika itu kitab berkenaan berbentuk kepingan batu atau kayu, namun padanya terperinci segala panduan ke jalan diredhai Allah.

Sebelum Musa pergi ke bukit itu, beliau berjanji kepada kaumnya tidak akan meninggalkan mereka lebih 30 hari. Tetapi Nabi Musa tertunda 10 hari, kerana terpaksa mencukupkan 40 hari puasa. Bani Israel kecewa dengan kelewatan Musa kembali kepada mereka. Ketiadaan Musa membuatkan mereka seolah-olah dalam kegelapan dan ada antara mereka berfikir keterlaluan dengan menyangka beliau tidak akan kembali lagi. Dalam keadaan tidak menentu itu, seorang ahli sihir dari kalangan mereka bernama Samiri mengambil kesempatan menyebarkan perbuatan syirik. Dia juga mengatakan Musa tersesat dalam mencari tuhan dan tidak akan kembali. Ketika itu juga, Samiri membuat sapi betina daripada emas. Dia memasukkan segumpal tanah, bekas dilalui tapak kaki kuda Jibril ketika mengetuai Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah. Patung itu dijadikan Samiri bersuara.(Menurut cerita, ketika Musa dengan kudanya mahu menyeberangi Laut Merah bersama kaumnya, Jibril ada di depan terlebih dulu dengan menaiki kuda betina, kemudian diikuti kuda jantan yang dinaiki Musa dan pengikutnya. Kemudian Samiri menyeru kepada orang ramai: “Wahai kawan-kawanku, rupanya Musa sudah tidak ada lagi dan tidak ada gunanya kita menyembah Tuhan Musa itu. Sekarang, mari kita sembah anak sapi yang diperbuatkan daripada emas ini. Ia dapat bersuara dan inilah tuhan kita yang patut disembah.”

Selepas itu, Musa kembali dan melihat kaumnya menyembah patung anak sapi. Beliau marah dengan tindakan Samiri.

Firman Allah: “Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa; wahai kaumku, bukankah Tuhanmu menjanjikan kepada kamu suatu janji yang baik? Apakah sudah lama masa berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki supaya kemurkaan Tuhanmu menimpamu, kerana itu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku.”

Musa bertanya Samiri, seperti diceritakan dalam al-Quran: “Berkata Musa; apakah yang mendorongmu berbuat demikian Samiri? Samiri menjawab: Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam tanah (bekas tapak Jibril) lalu aku masukkan dalam patung anak sapi itu. Demikianlah aku menuruti dorongan nafsuku.”

Kemudian Musa berkata: “Pergilah kamu dan pengikutmu daripadaku, patung anak sapi itu akan aku bakar dan lemparkannya ke laut, sesungguhnya engkau akan mendapat seksa.”Umat Nabi Musa bersifat keras kepala, hati mereka tertutup oleh kekufuran, malah gemar melakukan perkara terlarang, sehingga sanggup menyatakan keinginan melihat Allah, baru mahu beriman.

Firman Allah: “Dan ingatlah ketika kamu berkata: Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, kerana itu kamu disambar halilintar, sedangkan kamu menyaksikannya. Selepas itu Kami bangkitkan kamu selepas mati, supaya kamu bersyukur.”

[sunting] Kezaliman Firaun
Allah memberikan banyak nikmat kepada Bani Israel, antaranya dibebaskan daripada kezaliman Firaun, menjalani kehidupan di kawasan subur, mempunyai Taurat dan rasul di kalangan mereka, tetapi mereka tidak bersyukur, malah memberikan pelbagai alasan. Mereka juga membelakangi wahyu Allah kepada Musa supaya berpindah ke Palestin. Alasan diberikan kerana mereka takut menghadapi suku Kan’an. Telatah Bani Israel yang pengecut itu menyedihkan hati Musa, lalu beliau berdoa: “Ya Tuhanku, aku tidak menguasai selain diriku dan diri saudaraku Harun, maka pisahkanlah kami dari orang fasik mengingkari nikmat dan kurniaMu.”

Hukuman Bani Israel yang menolak perintah itu ialah Allah mengharamkan mereka memasuki Palestin selama 40 tahun dan selama itu mereka berkeliaran di atas muka bumi tanpa tempat tetap.Mereka hidup dalam kebingungan sehingga semuanya musnah. Palestin kemudian dihuni oleh generasi baru.

Bani Israel juga memperlekehkan rasul mereka, yang dapat dilihat melalui kisah sapi seperti dalam surah al-Baqarah: “Dan ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih sapi betina. Mereka berkata; apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan...”

Musa meninggal dunia ketika berusia 120 tahun, tetapi ada pendapat menyatakan usianya 150 tahun di Bukit Nabu’, tempat diperintahkan Allah untuk melihat tempat suci yang dijanjikan, iaitu Palestin. Tetapi beliau tidak sempat memasukinya.

Kisah nabi Isa

Misi sebagai nabi
Menurut teks-teks Islam, Isa diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan tentang ke-esaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Muslim percaya Isa telah dinubuatkan dalam Taurat, membenarkan ajaran-ajaran nabi sebelumnya. Isa digambarkan juga dalam ajaran Islam, memiliki mukjizat sebagai bukti kenabiannya, seperti berbicara sewaktu masih bayi dalam peraduan, memberikan nyawa/kehidupan pada burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan orang yang terkena lepra, menyembuhkan orang tuna netra, membangkitkan orang mati dan meminta makanan dari surga atas permintaan murid-muridnya. Beberapa kisah menyebutkan bahwa Yahya yang lebih dikenal sebagai John Sang Pembaptis pernah bertemu dengan Isa di sungai Yordan, sewaktu Yahya pergi ke Palestina.


Sungai Yordan tempat dimana Yesus pernah bertemu dengan Yahya bin Zakariyya. menurut beberapa kisah.[3]Beberapa ayat dari Al Qur'an yang menegaskan tentang kenabian Isa antara lain:

“ Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Maryam: 30-35) ”
“ Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih (kiamat). (Az Zukhruf: 63-65) ”
“ Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (Al Maa'idah: 75) ”
“ Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Al Maa'idah: 116-117) ”

Isa dan Ruh al-Kudus
Qur'an juga menceritakan perihal Isa yang diberikan kekuatan dengan ruh kudus oleh Tuhan.

“ Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (Al Baqarah: 253) ”
“ (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata". (Al Maa'idah: 110) ”

Isa tidak dibunuh ataupun disalib
Al-Qur'an menerangkan dalam surat An Nisaa':157 bahwa Nabi Isa tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang Kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah seperti Isa (sebagian ulama berpendapat orang yang diserupakan adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Yudas Iskariot).

“ dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa': 157) ”

Isa diangkat ke langit

Kenaikan Isa dalam lukisan kuno Turki.Muslim menyangkal adanya penyaliban dan kematian atas diri Isa ditangan musuhnya. Al-Qur'an menerangkan Yahudi mencari dan membunuh Isa, tetapi mereka tidak berhasil membunuh dan menyalibkannya. Isa diselamatkan oleh Allah dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. Al Qur'an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini.

“ Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa':158) ”

Ramalan dan misi Isa di akhir zaman
Turun kembali ke bumi
Dari keterangan hadist Muhammad diceritakan bahwa menjelang hari kiamat / akhir zaman Isa akan di turunkan oleh Allah dari langit ke bumi (The Second Coming dalam versi Kristen). Peristiwa itu tergambar dari hadist berikut:

“Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah.”[4]
“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa bin Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi): “Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam).”[5]
“Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkanlah shalat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu”.[6]
Menurut Islam, hal pertama yang dilakukan Isa setelah turun dari langit adalah menuaikan shalat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Isa akan menjadi makmum dalam shalat yang di imami oleh Imam Mahdi.

Adapun lokasi turunnya Isa dijelaskan oleh Muhammad dalam sebuah hadist berikut:

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’ (Al Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik.”[7]
Kedatangan Isa akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan & peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas dajjal

Membunuh Dajjal
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Dajjal
Turunnya nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama ,ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.

Dikisahkan setelah Isa selesai menunaikan shalat, ia berkata: "Keluarlah kamu (pasukan kaum muslimin) semua bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu dajjal." Lalu mereka pun keluar, kemudian Ia (Isa) dilihat oleh dajjal silaknat yang baru saja mendakwa kepada manusia, bahwa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang jenius serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi. Begitu 'Isa dilihat oleh dajjal, dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di dalam air. Kemudian dajjal melarikan diri, akan tetapi ia dihadang oleh Isa di pintu kota Lud di Palestina. Sekiranya Isa membiarkan saja hal ini maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air, akan tetapi Isa berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan." Lalu Isa menombak dan membunuhnya, maka Isa memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi , bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal (dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi 'Isa.
Menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Ya’juj dan Ma’juj
Salah satu tugas besar beliau setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj (Gog dan Magog dalam versi Kristen).

Dikisahkan, fitnah dan kejahatan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) sangat besar dan menyeluruh, tiada seorang manusiapun yang dapat mengatasinya, jumlah mereka pun sangat banyak sehingga kaum Muslimin akan menyalakan api selama 7 tahun untuk berlindung dari penyerangan mereka, para pemanah dan perisai mereka.[8]
Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain) maka Allah SWT berkata kepada Isa ibn Maryam: ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba(Ya’juj dan Ma’juj)yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina)”
Dan di Thur terkepunglah Nabiallah ‘Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini.Kemudian Nabiyullah ‘Isa dan para sahabatnya ,menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkalpun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka.Kemudian Nabi Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah SWT maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah , kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumahpun di kota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.”[9]
Catatatan dalam versi Kristen "orang-orang beriman akan diselamatkan dibawa ke awan"

Dahsyatnya fitnah Ya’juj dan Ma’juj digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah saw. sebagai berikut:

"Dinding Ya'juj dan Majjuj akan terbuka, maka mereka akan menyerang semua manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
“ Dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat-tempat yang tinggi. (QS . Al Anbiyaa' : 96) ”

Maka mereka akan menyerang manusia, sedangkan kaum Muslim akan berlarian dari mereka ke kota-kota dan benteng-benteng mereka, kemudian mereka mengambil binatang-binatang ternak bersama mereka. Sedangkan mereka (Ya'juj dan Ma'juj) meminum semua air di bumi, sehingga apabila sebahagian mereka melewati sebuah sungai maka merekapun meminum air sungai tersebut sampai kering dan ketika sebagian yang lain dari mereka melewati sungai yang sudah kering tersebut, maka mereka berkata: "Dulu di sini pernah ada air". Dan apabila tidak ada lagi manusia yang tersisa kecuali seorang saja di sebuah kota atau benteng, maka berkatalah salah seorang dari mereka: "Mereka-mereka penduduk bumi sudah kita habisi, maka yang tertinggal adalah penduduk langit", kemudian salah seorang dari mereka melemparkan tombaknya ke langit, dan tombak tersebut kembali dengan berlumur darah yang menunjukkan suatu bala dan fitnah.

Maka tatkala mereka sedang asyik berbuat demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus ulat ke pundak mereka seperti ulat belalang yang keluar dari kuduknya, maka pada pagi harinya mereka pun mati dan tidak terdengar satu nafaspun. Setelah itu kaum Muslim berkata: "Apakah ada seorang laki-laki yang mau menjual dirinya untuk kami berani mati) untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh musuh kita ini?" maka majulah salah seorang dari mereka dengan perasaan (menganggap) bahwa ia telah mati, kemudian dia menemui bahwa mereka semua telah mati dalam keadaan sebagian mereka di atas sebagian yang lain (berhimpitan), maka laki-laki tersebut menyeru: "Wahai semua kaum Muslim bergembiralah kamu sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri sudah membinasakan musuhmu", maka mereka pun keluar dari kota-kota dan benteng-benteng dan melepaskan ternak-ternak mereka ke padang-padang rumput kemudian padang rumput tersebut dipenuhi oleh daging-daging binatang ternak, maka semua susu ternak tersebut gemuk (penuh) seperti tunas pohon yang paling bagus yang tidak pernah dipotong.”[10]

Menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman
Menurut suatu riwayat Nabi Isa ,setelah turun dari langit akan menetap dibumi sampai wafatnya selama 40 tahun. Ia akan memimpin dengan penuh keadilan , sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut :

“Demi yang diriku berada ditangan Nya,sesungguhnya Ibn Maryam hampir akan turun di tengah-tengah kamu sebagai pemimpin yang adil,maka ia akan menghancurkan salib,membunuh babi,menolak upeti,melimpahkan harta sehingga tidak seorangpun yang mau menerima pemberian dan sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan segala isinya.”[11]
Menunaikan ibadah haji
Diceritakan dalam sebuah hadist bahwa Nabi Isa akan melaksanakan haji.

”Demi Dzat yang diriku berada ditanganya,sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak.”[12]
Isa akan wafat
Setelah Nabi Isa menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah akan mewafatkan beliau. Hanya Allah saja yang tahu kapan dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Isa Al-Masih dunia kemudian dunia akan kiamat.